Selasa, 23 September 2008

Mudik 2008

Pemudik Mulai Eksodus

*** Hindari Tuslah, Pilih Mudik Awal
 
SUKRA–Memasuki H-10 menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemudik mulai tampak melintas di jalur pantura Indramayu. Meski jumlahnya belum terlalu padat, namun suasana arus mudik sudah sangat terasa. Pantauan Radar, Senin (22/9) di pintu masuk Kabupaten Indramayu tepatnya di jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, kendaraan pribadi baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4) yang memakai plat nomor luar kota sudah terlihat memasuki jalur pantura. Angkutan umum yang datang dari arah Jakarta juga mulai terlihat dipadati penumpang.
 
Selain pemudik yang menggunakan berbagai jenis angkum, baik bus antar kota antar provinsi (AKAP) atau kendaraan carteran, tampak juga rombongan mudik gratis yang difasilitasi perusahaan besar tempat bekerja pemudik. Di Sub Terminal Patrol, terlihat mulai ramai dengan kedatangan para pemudik yang kebanyakan dari Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Mereka rata-rata memilih mudik lebih awal, sebab takut macet di jalan. Alasan mempercepat kepulangan, juga untuk menghindari lonjakan penumpang serta kenaikan tarif angkutan (tuslah) saat mendekati Lebaran.

“Kalau dekat-dekat Lebaran belum tentu bisa pulang. Ongkosnya bisa naik berlipat-lipat,” ujar Andi (26), urban asal Desa/Kecamatan Anjatan yang baru pulang dari Jakarta. Dia mengaku, di Jakarta bekerja sebagai kuli bangunan. Lantaran pekerjaannya tidak mengikat, Andi bersama beberapa kawannya memilih balik ke kampung halamannya untuk bisa pulang berlebaran bersama keluarganya.
 
Diprediksikan pada lebaran tahun ini transportasi untuk mudik masih didominasi kendaraan R2. Kenaikan jumlah pemakai kendaraan R2 diperkirakan mencapai dua kali lipat dibandingkan Lebaran sebelumnya. “Sekarang saja sudah kelihatan pemudik yang pakai motor. Kalau menjelang Lebaran, jalur pantura bakal kebanjiran motor,” ujar Budi Rahman (30), anggota Pemuda Pancasila (PP) yang bersiaga di Pos Mudik Lebaran.
 
Sementara itu, momen arus mudik, ternyata juga dimanfaatkan oleh para pemilik warung remang-remang (warem) yang berada di lokalisasi sepanjang jalur pantura Indramayu.
 
Sejak berlakunya larangan untuk tidak melakukan kegiatan hiburan sepanjang bulan Ramadan, sebagian pemilik tempat hiburan langsung banting setir dengan membuka warung dadakan di tepi jalan sekitar lokalisasi. Mereka berharap, bisa meraup untung dari para pemudik yang mampir ke warungnya.
 
Meski demikian, aneka jualan tidak jauh berbeda dengan warung-warung biasa. Rata-rata minuman dan makanan ringan siap saji. “Masa jualan miras. Gak berani mas,” ungkap Yani (31) salah seorang pemilik warung di tepi jalan raya Legok, Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol. Usaha untuk menyambung hidup juga dilakoni oleh para Germo yang ada di lokalisasi Kedondong Desa Patrol. Usaha dagang yang sekarang dilakoni hanya untuk sementara waktu sampai tempat hiburan mereka bisa beroperasi kembali. “Kalau dagangan gak laku, bisa dijual nanti kalau tempatnya dibuka lagi,” kata Daim (40) pedagang setempat.

"Radar Indramayu - Kholil Ibrahim (kho)"

Razia Makanan


Ditemukan Barang Kedaluwarsa

*** Polres Razia Swalayan-Toko
 
INDRAMAYU–Polres Indramayu berhasil menemukan sejumlah barang kedaluwarsa, saat menggelar razia makanan dan minuman (mamin) ke sejumlah swalayan serta mini market yang terletak di kawaan Indramayu kota dan Jatibarang, Senin (22/9). Razia terhadap makanan serta kebutuhan pokok menjelang lebaran tersebut dilakukan sebagai pengawasan demi kenyamanan masyarakat dalam mengonsumsi kebutuhan khususnya menjelang Lebaran.
 
Selain itu juga mengawasi adanya kemungkinan makanan yang kedaluwarsa serta memperhatikan komposisi dari barang tersebut sesuai atau tidak dengan kemasannya. Sekitar 30 anggota satuan Reserse Narkoba dan Dalmas berhasil menemukan beberapa produk kedaluwarsa yang masih dipajang, serta beberapa produk lainnya yang tidak mencantumkan tanggal kedaluawarsa dan izin produksi. Razia diawali dari Toserba Yogya Indramayu, kemudian dilanjutkan ke Toserba Surya, l Toserba Jatibarang dan Toko Sinar Jaya Jatibarang.
 
Kapolres Indramayu AKBP Drs Syamsudin Djanieb melalui Kasat Narkoba AKP Ansari Puad SH, didampingi KBO Narkoba Iptu Iin Sukaeti mengatakan, razia tersebut untuk memberikan kenyamanan bagi konsumen. “Kami ingin memantau sejauhmana para pelaku usaha memberikan kenyamanan bagi konsumen, serta barang-barang yang disediakan benar-benar dalam kondisi aman untuk dikonsumsi. Jangan sampai ada barang yang sudah kedaluwarsa masih diperjual belikan,” tutur Ansari Puad.
 
Ia menambahkan, saat razia ditemukan sejumlah produk kedaluwarsa. Barang tersebut langsung disita, namun pihaknya hanya memberikan pengarahan kepada pengelola agar hal tersebut tidak sampai terulang kembali.
 
Sementara itu, salah satu konsumen yang sedang berbelanja, Mutiah mengatakan, maraknya razia yang dilakukan dari berbagai pihak baik Disperindag maupun pihak kepolisian sangatlah berdampak positif. Dirinya menyambut baik, sebab dengan demikian masyarakat akan merasa aman dalam berbelanja kebutuhan pokok terlebih menjelang Lebaran.
 
“Saya berharap pengawasan seperti ini perlu terus dilakukan. Sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman berbelanja, serta tidak takut lagi dengan adanya barang kedaluwarsa yang marak terjadi di beberapa kota lain,” tutur Mutiah.

"Radar Indramayu - Syarif Awi (alw)"

Santai Ramadhan 2008

Ngabuburit Sambil Memandang Hamparan Laut

*** Pantai Balongan, Lokasi Favorit Menunggu Waktu Berbuka Tiba
 
Salah satu lokasi paling favorit bagi masyarakat untuk menunggu waktu berbuka puasa adalah Pantai Balongan. Kawasan tersebut memang selalu ramai saat Ramadan tiba. Ratusan orang berkumpul sambil bercengkerama di pinggiran pantai, merasakan semilir angin yang berhembus dari tengah laut. Wah asyiknya.
 
LAPORAN: 
SYARIF ALWI 
DARI BALONGAN


HAMPIRsetiap hari, masyarakat sekitar dari berbagai tempat mengunjungi lokasi Pantai Balongan. Sambil menunggu berbuka puasa atau biasa disebut ngabuburit, maayarakat bisa memandang hamparan luas lautan. Tidak sedikit dari mereka yang berenang di pinggiran pantai.

Seperti halnya Indah (19) bersama ketiga temannya. Warga Sindang itu mengaku hampir setiap hari datang ke Pantai Balongan sekitar pukul 16.30 dan pulang pukul 17.30 menjelang buka puasa tiba. Dirinya merasa santai dan nyaman ngabuburit di tepian pantai ketimbang jalan-jalan tidak karuan.

“Hampir setiap bulan puasa saya ngabuburit di Pantai Balongan, apalagi saat ini pantai Balongan sudah terawat dan nyaman untuk dikunjungi. Sehingga kita bisa duduk-duduk santai dengan area yang disediakan sambil memandang indahnya hamparan luasnya lautan serta gemuruh ombak,” ujar Indah, Senin (22/9).
 
Pantai Balongan memang menjadi salah satu tempat tujuan wisata baru di Indramayu. Lokasi tersebut tidak pernah sepi dari kunjungan warga, baik lokal maupun masayarakat luar daerah ketika liburan datang. Jika pemkab memberikan perhatian lebih dalam bentuk penataan, Pantai Balongan tentu akan jadi kebanggaan Wong Demayu.

"Radar Indramayu - Syarif Alwi (alw)"

Seputar Caleg 2009

Berkas Ditolak, Caleg Bingung

INDRAMAYU–Banyaknya berkas calon legislatif (caleg) yang dikembalikan oleh KPUD, menuai protes dari sejumlah. Salah satu diantaranya adalah caleg PPP, Gufroni. Dirinya merasa kecewa atas tindakan KPUD yang dianggap semena-mena mengembalikan berkas miliknya, termasuk caleg lain. Menurut Roni, berkas yang dikembalikan yaitu kesehatan. Alasannya lantaran berkas kesehatan tersebut dikeluarkan oleh RS Bhayangkara, bukan dari RSUD Indramayu. “Saya tidak habis pikir, kenapa surat keterangan kesehatan dari Rumah Sakit Bhayangkara ditolak. Padahalkan sama-sama rumah sakit pemerintah. Apalagi itu kepunyaan Polri, dan pelayanan satu paket standar sama, yakni Rp433 ribu,” geram Gufroni, Senin (22/9) di kantornya.
 
Mantan anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan, berkas keterangan sehat yang dikembalikan oleh KPUD tersebut jumlahnya mencapai puluhan. Sehingga membuat tanda tanya besar dan gusar para caleg yang sudah mempersiapkan untuk melangkah dalam bersosialisasi. Kekecewaan tersebut lantaran pihak KPUD belum memberikan kejelasan yang pasti kepada para caleg yang berkas keterangan kesehatannya dikembalikan.
 
“Seharusnya KPUD membuat keterangan yang jelas alasannya mengapa surat keterangan kesehatan dari RS Bhayangkara ditolak. Jangan langsung mengembalikan berkas tersebut begitu saja ke partai,” sesalnya.

"Radar Indramayu - Syarif Alwi (alw)"

Berita Daerah

APBD 2008 Diusulkan Naik 16,6 Persen

INDRAMAYU–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu saat ini tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2008. Dalam perubahan APBD 2008 diusulkan naik dari Rp1.079.920.920.069,50 menjadi Rp1.146.496.274.771,00, atau naik sebesar Rp66.575.354.701,50 (6,16%).
 
Ketua Panitia Anggaran DPRD Indramayu, HM Hasyim Junaedi SAg MBA menjelaskan, ada sejumlah hal yang melatarbelakangi perubahan APBD 2008 sebagaimana telah disampaikan Bupati H Irianto MS Syafiuddin.
 
Diantaranya adanya pemberian tunjangan dana kependidikan bagi para guru yang berlaku surut mulai Januari 2007, dengan kebutuhan anggaran kurang lebih sebesar Rp19 miliar. Kemudian adanya kenaikkan tunjangan beras PNS yang berlaku surut mulai Januari 2007 dan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp2,7 miliar.
 
Selanjutnya untuk pembayaran rekrutmen CPNS tahun 2008 yang dibayar gaji dan tunjangannya pada Agustus 2008, pembayaran iuran asuransi kesehatan PNS dan CPNS kurang lebih Rp6 miliar.
 
Selain itu juga adanya bantuan dari pemerintah pusat berupa bantuan untuk kegiatan penanganan pasca bencana alam dan program pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan pendampingan dari sumber dana APBD.
 
“Dengan berbagai alasan tersebut, panitia anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah telah melakukan pembahasan dan pengkajian secara bersama. Sehingga perangkaan yang akan disajikan dalam nota pendapat panitia anggaran adalah merupakan kesepakatan dan keputusan bersama,” tandas Hasyim, Senin (22/9).

"Radar Indramayu - Utoyo Prie Achdi (oet)"

Kriminal

Empat Pejudi Diringkus

JUNTINYUAT-Unit Reskrim Polsek Juntinyuat berhasil meringkus empat orang tersangka pelaku perjudian di Desa Juntiweden, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa kartu remi berikut uang recehan ratusan ribu rupiah yang digunakan para tersangka pelaku. Empat tersangka yakni Ra (27), Ma (28), Ro (23), dan Sa alias Bende (28), dijebloskan ke sel tahanan mapolsek setempat, sambil menunggu proses lebih lanjut.
 
Terbongkarnya kasus perjudian di Desa Juntiweden yang selama ini dianggap meresahkan, berawal dari adanya informasi masyarakat setempat. Kapolsek Juntinyuat AKP H Susamto bersama Unit Reskrim melakukan pengintaian di lokasi yang kerap dijadikan ajang judi bagi masyarakat setempat. Ketika petugas melakukan penggrebekan di tempat kejadian perkara (TKP), belasan tersangka pelaku berusaha kabur meyelamatkan diri.
 
Namun berkat kesigapan petugas, empat pelaku berhasil ditangkap di lokasi. ”Apapun bentuknya, judi merupakan penyakit masyarakat yang harus diberantas,” tutur AKP Susamto.
"Radar Indramayu - Adun Sastra (dun)"

Senin, 22 September 2008

Sindikat Kejahatan

Sindikat Pencuri Mobil Sudah Lama Tinggalkan Indramayu

INDRAMAYU-Kepolisian Resort Indramayu terus melacak sindikat pembuatan surat-surat kendaraan palsu, menyusul terbongkarnnya 15 orang sindikat pencuri mobil asal Indramayu oleh jajaran Polda Metro Jaya pada Kamis (18/9) lalu. Namun sejauh ini jajaran Polres Indramayu belum menerima tembusan ada penangkapan belasan sindikat pencuri mobil tersebut.
 
Kapolres Indramayu AKBP Drs Syamsudin Djanieb SH melalui Kasat Reskrim AKP Andry Kurniawan dan Kaur Bin Ops Iptu Alka mengungkapkan, saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya penangkapan sindikat pencuri mobil asal Indramayu oleh Polda Metro Jaya. Pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait penangkapan sidikat pencuri mobil. Hanya, kata Iptu Alka, para tersangka pelaku pencuri mobil itu memang benar asal Kabupaten Indramayu, tapi mereka sudah puluhan tahun merantau ke Jakarta, dan mereka mungkin sudah menjadi penduduk asli Jakarta. Pihaknya juga memang pernah mendengar bahwa tersangka pelaku pembuatan surat-surat kendaraan palsu itu berinisial Yan (35), warga Desa Panyindangan, Kecamatan Sindang. “Namun, tersangka Yan sudah lama meninggalkan kampung halamanya,” tutur Iptu Alka Nurani kepada Radar, kemarin (21/9).
 
Iptu Alka Nurani mengatakan, para sindikat pencuri mobil itu memang asal Indramayu, tapi sudah puluhan tahun mereka tinggal di Jakarta. Akan tetapi, pihaknya tetap akan melakukan penyeledikian terkait penjualan mobil yang dilakukan sindikat ke wilayah hukum Polres Indramayu. Sejauh ini Polres Indramayu belum pernah menemukan adanya surat-surat kendaraan palsu di lapangan. “Yang jelas, kita akan memperketat dalam proses pembuatan surat-surat kendaraan, baik yang balik nama maupun yang pembuatan surat-surat kendaraan baru. Oleh kareannya, ia meminta kepada petugas di kantor Samsat Indramayu untuk memperketat pembuatan surat-surat kendaraan,” tegas Djanieb ketika dihubungi lewat telepon genggamnya, kemarin malam.
 
Djanieb menegaskan, pihaknya menjamin untuk wilayah Indramayu menjamin aman dari surat-surat palsu kendaraan. Hal itu menuntut kehati-hatian petugas dalam pembuatan surat-surat kendaraan. “Kami menjamin di Indramayu tidak ada surat-surat kendaraan palsu,” ungkap Djanieb.
 
Sementara menurut sumber Radar di lapangan, memang benar diakui warga Desa Panyindangan, ada dua warganya yang ikut serta dalam pembuatan surat kendaraan palsu berinisial Yan dan Har. Kedua tersangka pelaku pembuatan surat kendaraan palsu, kata sumber, tersangka Har sudah meninggal beberapa tahun lalu akibat didor petugas, karena melawan saat ditangkap. “Sedangkan tersangka Yan itu sudah lama meninggalkan desa setempat,” ujar sumber tersebut.

"Radar Indramayu - Adun Sastra (dun)"

Miras Maut bag 13

Keluarga Korban Membantah, Diagnosa RS Terbukti Keracunan

*** Sulitnya Mengungkap Penyebab Kematian Vodka Blending

Kematian Mohammad Azis Muslim (18), pemuda asal Blok Seketeng, Desa Patrol Lor, Kecamatan Patrol, Kamis (18/9) masih menuai misteri. Pihak keluarga menyatakan korban meninggal dunia lantaran sakit tipus. Sementara informasi yang beredar, Azis meregang nyawa diduga akibat menenggak miras beracun, yang juga menewaskan puluhan korban lain.

LAPORAN:
KHOLIL IBRAHIM
DARI PATROL


KABARkematian anak ke-6 dari 8 bersaudara pasangan suami istri Ali (alm) dan Tarsi (alm), membuat sibuk pihak berwenang. Isu yang berhembus, Azis menjadi salah satu korban yang tewas setelah menggelar pesta miras malam sebelumnya. Polisi spontan mendatangi rumah duka untuk menguak kronologis dan penyebab kematian korban. Pihak keluarga dimintai keterangan.
 
Hasilnya negatif. Azis diklaim meninggal lantaran sakit keras yang dideritanya sejak seminggu lalu. Nyawanya tidak tertolong, meskipun sempat dilarikan ke RSU Pantura MA Sentot.
 
Keterangan yang sama, juga disampaikan pihak keluarga korban kepada koran ini saat bertandang di kediaman Azis yang terletak di tepi jalur pantura Patrol, Jumat (19/9). Bahkan, salah satu kakaknya, tidak terima jika adiknya diisukan meninggal akibat minuman keras. “Sakit tipus mas, sudah hampir seminggu,” ungkap Daerih (38) bibi korban.

Diceritakannya, sebelum wafat, kondisi kemenakannya mendadak kritis. Tubuhnya kejang-kejang kemudian tidak sadarkan diri. Azis kemudian dilarikan ke RSU Pantura yang letaknya hanya 300 meter di sebelah barat. Sayangnya, baru baru satu jam di tangani tim medis, nyawa Azis melayang. Jenazah korban langsung dibawa pulang dan dikebumikan di TPU Blok Benda desa setempat. “Maunya dibawa ke RS dari dulu, tapi kami gak punya uang,” ujarnya lirih. Kemenakannya yang satu ini tergolong pendiam. Selama sakit, Azis tidak bercerita apa-apa. Sehari-harinya, pemuda lulusan SD itu mencari uang sendiri menjadi pengamen. Sejak kecil, Azis sudah belajar mandiri. Apalagi kedua orang tuanya sudah meninggal dunia sejak dia berumur 13 tahun. “Kalau keluar malam, jam 10 sudah pulang. Pokoknya idep (pendiam) gak pernah macam-macam,” ucapnya meyakinkan.

Apakah Azis sering mabuk-mabukan? “Gak pernah lah. Tapi ya gak tahu kalau di luar mah,” jawab Daerih lantas menganulir perkataannya. Lantaran profesinya sebagai pengamen, beberapa sumber menginformasikan, Azis kerap terlibat pergaulan bebas dan dikenal sebagai peminum berat. “Ada yang melihat, malam sebelum sakit Azis ikut pesta miras dengan kawan-kawannya,” ungkap salah satu sumber yang enggan namanya dikorankan. 

Lalu bagaimana hasil diagnosa petugas medis di RSU Pantura Patrol? “Korban diduga intoksikasi (keracunan),” ungkap dr Dedi Suyanto yang menangani Azis. Apakah, keracunan alkohol atau bukan, pihaknya tidak dapat memberikan kepastian. “Itu perlu dilakukan uji laboratorium,” lanjutnya. 

Saat datang ke ruang IGD pukul 9.15, jelas Dedi, kondisi pasien benar-benar kritis. Azis dalam keadaan tak sadarkan diri. Menurut keterangan pihak keluarga yang mengantarnya, sejak semalam pasien mengalami muntah-muntah dan sering kejang-kejang. “Karena banyak mengeluarkan muntah, pasien mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Efeknya bisa kejang-kejang,” terangnya. 

Sejak diberi tindakan, sebagian fungsi organnya tidak berfungsi. Lantaran kondisinya benar-benar gawat, sejam kemudian kondisi Azis kembali drop dan tidak lama kemudian meninggal dunia. Lebih jauh Dedi mengatakan, pasien dengan gejala semacam itu bisa karena berbagai sebab. Meskipun penyakitnya beda, terkadang penampakannya bisa sama. “Tapi yang jelas bukan tipus,” ujarnya.

“Radar Indramayu – Kholil Ibrahim (kho)”


Miras Maut bag 12

Warga Dicekam Ketakutan

*** Sebar Miras Beracun, Diduga Ada Skenario Pembunuhan Masal

LOSARANG–Korban wabah miras beracun sudah merenggut 20 nyawa. Namun, belum ada tanda-tanda malapetaka itu akan berakhir. Warga dicekam ketakutan, lantaran hingga saat ini peredaran miras masih gampang diperoleh. Sejumlah komponen massa mendesak, agar polisi dan instansi terkait terus melakukan razia pemberantasan miras, serta segera mengungkap siapa dan ada apa dibalik aksi tersebut.
 
Ketua Dewan Penasihat Keluarga Mahasiswa Sewo Center Indramayu (KMSCI), Rofiq Buldoni, mencurigai beredarnya miras beracun di Indramayu bukanlah faktor ketidaksengajaan. Disinyalir, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menebar petaka dengan meracuni miras jenis Vodka yang sejatinya menjadi minuman favorit para pemabuk. Tidak secara kebetulan pula, wabah miras maut ini terjadi bertepatan di bulan suci Ramadan. “Seperti ada skenario pembunuhan masal di balik peristiwa ini,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (21/9) di kediamannya.
 
Semula dia meyakini, meninggalnya para korban diduga akibat minuman memabukkan itu dicampur bahan-bahan lain yang membahayakan secara disengaja oleh peminumnya. Namun, belakangan diketahui miras jenis Vodka itu sudah tercampur racun saat diproduksi. “Memang masih perlu pembuktian. Tapi terbersit pemikiran, kalau miras itu sengaja diberi racun dengan tujuan membunuh para peminumnya,” tandas tokoh muda yang dikenal kritis ini.
 
Lalu siapa yang tega berbuat seperti itu? Rofiq dengan tegas tidak berani menduga-duga. “Itu tugas polisi dan semua pihak terkait untuk mengungkap motif di balik kejadian ini,” pungkasnya.
 
Seperti diketahui, hingga saat ini sudah 20 korban tewas sia-sia akibat menenggak miras beracun. Korban terakhir adalah Kasdila (25) warga Desa Limpas Blok Bulu RT 01 RW 01 Kecamatan Patrol. Kasdila meninggal dunia Sabtu lalu (20/9), saat ditolong petugas medis RSU Pantura MA Sentot Patrol.
 
Menurut informasi dari warga setempat, sebelum menjemput ajal, pria pengangguran ini diketahui menggelar pesta miras semalam suntuk pada Kamis malam (18/9) bersama teman-temannya. Jenis miras yang ditenggak yakni Vodka blending dicampur minuman suplemen. Selain menimpa generasi muda, wabah miras beracun ini juga mendera pria berusia lanjut. Kadirah (60) dan T Siregar (60) warga Desa Karanganyar Blok III RT 02 RW 06 Kecamatan Kandanghaur, menjadi korban selanjutnya yang tewas Kamis lalu (18/9). Meninggalnya dua kakek itu, membuktikan konsumen miras cukup beragam. 

Dimungkinkan, jumlah korban terus bertambah selagi peredaran miras beracun merek Vodka masih didapat dengan mudah. Apalagi, polisi masih belum berhasil mengungkap dimana tempat miras penebar maut ini diproduksi.
"Radar Indramayu - Kholil Ibrahim (kho)"

Sembako


Harga Daging Mulai Merangkak Naik

INDRAMAYU–Sepuluh hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga daging sapi, kambing dan ayam mengalami lonjakan cukup besar. Lonjakan tersebut diikuti beberapa kebutuhan bahan pokok lainnya, seperti minyak sayur dan bumbu dapur. Pantauan koran ini di beberapa pasar tradisional di Indramayu, harga kebutuhan daging mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Di Pasar Induk Indramayu misalnya, daging sapi dijual Rp58 ribu/Kg, atau naik Rp4 ribu. Sedangkan kambing Rp52 ribu/Kg dari sebelumnya Rp48 ribu. Sementara daging ayam mencapai Rp24 ribu per ekor. Kenaikan tersebut dipicu semakin meningkatnya daya beli masyarakat menjelang akhir bulan Ramadan. Diperkirakan, pada H-2 harga tersebut kembali akan mengalami lonjakan.

Penjual daging sapi dan kambing, Faray, menuturkan, kenaikan tersebut dianggap wajar karena selalu terjadi setiap tahun. Sebab, daging yang didapat terbatas, sementara daya beli semakin meningkat. “Faktor kenaikan ditentukan oleh daya beli masyarakat. Stok daging saat ini masih mencukupi hingga menjelang lebaran, walaupun dibatasi jumlah pengambilannya bagi penjual,” ujar Faray, Minggu (21/9).
 
Sementara itu penjual daging ayam, Diah menambahkan, kenaikan harga saat ini mencapai Rp5.000 sampai Rp6.000 per ekornya. Diah mengaku, omset yang didapat saat Ramadan kali ini menurun hingga 30 persen. Namun secara keseluruhan penjualan ayam relatif stabil.
 
“Akibat kenaikan harga saat ini, tentunya pembeli banyak yang mengeluh. Tapi apa mau dikat, sudah dari harga pasarannya naik. Harga yang saat ini Rp24 ribu per ekor, mendekati Lebaran diyakini akan naik kembali,” keluhnya.

"Radar Indramayu - Syarif Alwi (alw)"

Operasi Pasar

Warga Berebut Migor Bersubsidi

SUKAGUMIWANG - Pendistribusian minyak goreng bersubsidi putaran kedua tahun 2008 di Kabupaten Indramayu, disambut antusias warga demi melengkapi kebutuhan lebaran. Pantauan Radar di lokasi, operasi pasar yang digelar di halaman kantor Camat Sukagumiwang, Sabtu (20/9), warga berjubel sehingga membuat petugas pendistribusian kerepotan. Warga yang datang membawa sejumlah kupon yang dapat ditukar potongan harga sebesar Rp2.500 per liter.
 
Sedangkan harga operasi pasar minyak goreng bersubsidi sebesar Rp6.000 per liternya. Harga tersebut adalah harga pasar dikurangi subsidi. Rata-rata warga yang menukarkan kupon lebih dari satu “Kalau harganya memang benar murah kan lumayan. Apalagi sekarang mau lebaran,” kata Roni, salah seorang warga sambil nyelonong pergi.

Setelah migor yang diangkut distributor habis, ternyata masih banyak warga yang belum kebagian jatah. Kendaraan distribusi terpaksa kembali mengambil jatah migor bagi warga lainnya.

"Radar Indramayu - Tardiarto (tar)"

Kriminal

Oknum LSM Peras 17 Kepsek

TUKDANA–Berdalih kepepet karena harus memenuhi kebutuhan Lebaran, Saefudin Juhri (49), warga Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, memeras 17 kepala sekolah dasar (SD) di Kecamatan Tukdana, Sabtu (20/9). Akibatnya pelaku harus berurusan dengan pihak berwajib setelah para korbannya melaporkan tindakan yang diperbuatnya ke Mapolsek Bangodua.
 
Sejumlah korban menuturkan, aksi pemerasan yang dilakukan tersangka yang mengaku sebagai anggota LSM Indonesian Corruption Investigation (ICI) yang berkantor di Jakarta, di 17 sekolah tersebut kepada setiap kepsek meminta untuk dapat menunjukkan data dan bukti dari pelaksanaan operasional dana BOS, yakni SPJ dan bukti kuitansi maupun nota. Namun, ketika oknum yang mengaku sudah 4 tahun sebagai anggota LSM tersebut memeriksa berkas-berkas di SDN Sukamulya IV, tersangka mendapati salah satu nota atau kuitansi yang tidak dibubuhi tanggal. Hingga akhirnya tersangka mengeluarkan jurus jitunya untuk mengancam kepala sekolah yang akan dilaporkan kepada pihak berwajib sesuai dengan temuan bukti.
 
Karena merasa benar, maka kepsek tetap pada pendiriannya dan mempersilahkan untuk segera dilaporkan. Tapi tersangka rupanya enggan atau tidak sama sekali bermaksud melakukan pelaporan. Akhirnya kepsek memberikan sejumlah uang sebagai pengganti BBM bagi tersangka. Namun saat dibuka dirasa kurang, pelaku marah dan mengembalikan uang tersebut sambil merobek amplop. “Awalnya minta data BOS dan SPJ nya. Tapi lama-lama tambah tidak sopan dan memaksa saya memberikan uang Rp.200 ribu sebagai pengganti BBM dan makan. Kalau adat timur kan harus bersikap sopan santun dan bicara baik-baik sesuai dengan keperluan dan kepentingannya,” kata Kepala SDN Sukamulya IV, Wartono, di Mapolsek Tukdana yang langsung diamini korban lainnya.
 
Merasa dirugikan, para korban langsung melaporkannya ke mapolsek setempat. Setelah mendapat laporan, aparat langsung bergerak dan berhasil membekuk tersangka pelaku peemerasan sekitar pukul 10.00. Setelah digelandang, tersangka menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim oleh petugas. Dihadapan petugas, tersangka mengaku hanya menjalankan tugas dan tidak pernah melakukan pemerasan. Tapi beberapa saat kemudian mengakui aksinya di Kecamatan Kedokanbunder saat tahun lalu.
 
Aksi pemerasan tersangka, menurut penuturan para korban, sudah dilakukan sejak awal Agustus lalu. Berdasarkan data yang dihimpun, tersangka sudah melakukan aksinya di Kecamatan Tukdana sebsar Rp2.255.000 yang telah diberikan kepada para korban.
 
Kapolres Indramayu AKBP Syamsudin Djanieb melalui Kapolsek Bangodua, Iptu M Simangunsong mengatakan, setiap individu pada saat menjelang lebaran pasti membutuhkan dana ekstra. Sehingga pada saat itu sangat rentan terjadi tindak pidana. “Pastinya para korban merasa resah dengan adanya oknum tersebut, sehingga kami mengimbau untuk lebih waspada dan hati-hati walaupun tersangkanya mengaku sebagai seorang anggota LSM, wartawan dan lainnya,” tegas Simangunsong.

"Radar Indramayu - Tardiarto (tar)"

Sosial Ramadhan 2008

DPD PAN Bagi-bagi Tajil

JATIBARANG- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Indramayu, bekerjasama dengan DPC PAN Kecamatan Jatibarang mengadakan bagi-bagi tajil gratis, bertempat di pertigaan lampu merah Jl. Letnan Joni Jatibarang. Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, DPD PAN menyiapkan 500 paket tajil yang isinya antara lain kolak pisang, air mineral dan kurma. Berdasar pantauan Radar Minggu (21/9) pukul 17.00 para kader dan simpatisan PAN telah berkumpul dan membagikan tajil. Sasarannya adalah para pengemudi kendaraan bermotor atau masyarakat yang secara kebetulan melinats di jalan tersebut. Kegiatan tersebut didampingi langsung calon legislative untuk DPRD I Provinsi Jabar H Edi Kusnadi, serta calon legislative dari Dapil 3 untuk DPRD II Kabupaten Indramayu, Edi Sugianto.
 
Dalam keterangannya, Edi Sugianto mengatakan, pihaknya mendukung program Pemkab Indramayu yang saat ini tengah berjalan. Namun ke depan ia menginginkan ada reformasi dalam birokrasi sehingga tidak ada dominasi kelompok tertentu. Selain itu, lanjut Edi, ia juga akan gencar melakukan pengobatan dan pendidikan gratis agar bisa di akses oleh semua lapisan masyarakat.
 
“Melalui kegiatan ini kami juga sekaligus sosialisasi calon legislative agar semakin dikenal oleh masyarakat Jatibarang yang merupakan basis konstituen parta ini,” ungkapnya.
 
Usai bagi-bagi tajil acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama di kediaman Ketua DPD PAN Kabupaten Indramayu, H Edi Kusnadi di Jatibarang. Buka puasa bersama diikuti oleh puluhan kader dan simpatisan partai berlambang matahari.


KKMD-BAZ Salurkan Bantuan

JUNTINYUAT-Kelompok Kerja Madrasah Diniyah (KKMD) dan Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Juntinyuat menyalurkan bantuan pada 33 orang kepala madrasah sekaligus mengadakan pembinaan terhadap mereka. Acara bertempat di aula Kecamatan Juntinyuat, dan dibuka Camat H Udi Suwarsudi, kemarin. Dalam sambutannya, Camat Udi mengatakan, sebagai masyarakat Indramayu sudah semestinya harus mematuhi pimpinan saat ini, yakni Bupati Irianto Syafiuddin (Yance). Sehingga semua peraturan daerah yang ada harus dijalankan sesuai yang tertulis.
 
Sementara itu Ketua KKMD sekaligus BAZ Kecamatan Juntinyuat, Iing Sholihin SAg dalam kesempatan yang sama mengatakan, madrasah mempunyai kurikulum tersendiri secara mandiri. Dengan demikian diharapkan pembelajaran yang diterapkan terhadap anak didik akan lebih baik. Terlebih ijazah Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) saat ini telah menjadi syarat untuk masuk SMP. “Tentu saja hal ini membutuhkan upaya kerjasama semua pihak antar masyarakat, terutama orangtua murid, agar indeks IPM Kecamatan Juntinyuat di bidang pendidikan akan meningkat lebih baik,” ungkapnya.

“Radar Indramayu – Fatimatuzzahra (zah)”


Sabtu, 20 September 2008

Jalur Mudik 2008

Jalur Indramayu - Cirebon Rawan Kecelakaan

INDRAMAYU–Salah satu ruas jalan yang dilalui pemudik dan sangat rawan kecelakaan adalah jalan raya Indramayu – Cirebon. Pasalnya di ruas ini tengah dilakukan perbaikan jalan dengan cara peninggian menggunakan beton, yaitu di jalan raya Krangkeng. Pantauan Radar di lapangan, dengan kondisi yang ada saat ini sepertinya mustahil pembangunan jalan tersebut bisa selesai pada saat arus mudik. Kondisi jalan yang sebagian tinggi dan sebagian rendah juga sangat rentan kecelakaan. Apalagi di jalur itu juga tidak ada penerangan jalan dan sangat minim rambu lalu lintas.
 
Kapolres Indramayu AKBP Syamsudin Djanieb melalui Kapolsek Krangkeng AKP Ali Mashudi mengatakan, kondisi pembangunan jalan di Krangkeng yang belum selesai memang cukup membahayakan pengguna jalan. Sebab dengan kondisi jalan dimana separuh sudah ditinggikan dan separuhnya belum, bisa membahayakan pengguna jalan terutama pemudik yang belum hapal jalan tersebut.
 
Ia berharap kepada kontraktor pelaksana, yaitu PT Hutama Karya (HK) agar betul-betul memperhatikan masalah itu, terutama menjelang arus mudik. “Kami berharap kepada kontraktor agar bisa menyelesaikan pembangunan jalan tepat waktu. Sebab kalau pembangunan jalan ini tidak selesai, maka sangat rawan untuk terjadinya kemacetan dan rawan kecelakaan,” tandas Ali.
 
Sementara Koordinator Pelaksana PT Hutama Karya (HK) Divisi Jalan dan Jembatan, Wachyu Hartiawan menjelaskan, untuk menghadapi lebaran atau arus mudik pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polres Indramayu dan satuannya. Bahkan untuk menghadapi arus mudik akan disiapkan rambu-rambu dan barier.
 
Wachyu juga mengaku optimis pada H-7 atau tujuh hari sebelum lebaran, jalan yang dibeton dan ditinggikan sudah bisa dilalui oleh pemudik. Begitu juga dengan pengaspalan jalan sepanjang 10 kilometer dari Karangampel menuju Krangkeng diharapkan sudah selesai pada H-7. Wachyu optimis kalau jalur Indramayu-Cirebon yang melintasi Karangampel dan Krangkeng tidak akan mengalami hambatan yang berarti.
 
Selain faktor perbaikan jalan, pemudik yang melintas di jalur Indramayu – Cirebon melalui Karangampel dan Krangkeng juga harus siap untuk menghadapi kemacetan di depan Pasar Karangampel. Pasalnya di tempat ini banyak sepeda motor dan becak yang parkir hingga memakan setengah badan jalan.

“Radar Indramayu – Utoyo Prie Achdi (oet)”

Info Mudik 2008

Jalur Utama Siap Dilalui, Petugas Dilarang Tinggalkan Posko

*** Kapolwil Cirebon Tinjau Kesiapan Jalur Pantura

Untuk mengantisipasi arus mudik maupun balik Lebaran tahun 2008, Polwil Cirebon akan menurunkan 4.000 personel atau 2/3 kekuatan yang ada. Mereka akan diturunkan di sejumlah titik rawan kemacetan dan rawan tindak kriminalitas di sepanjang jalur utama Pantura Cirebon dan Indramayu. Untuk jalur utama Pantura Indramayu, Polwil Cirebon akan menempatkan satuan petugas khusus (satgasus) dalam rangka meminimalisir tindak pidana yang kerap terjadi di jalur tersebut.
 
LAPORAN: 
ADUN SASTRA 
DARI INDRAMAYU

KAPOLWILCirebon Kombes Drs H Moh Naser Amir didampingi Kapolres AKBP Drs Syamsudin Djanieb mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan 2/3 kekuatan pasukan dari masing-masing Kapolres di wilayah III Cirebon. Selain pasukan dari kepolisian, Korem 063 SGJ Cirebon juga akan membantu ribuan pasukan dari masing komando distrik militer (Kodim).
 
Mereka akan membantu polisi dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran. ”Selama pengamanan, kami mengintruksikan kepada seluruh anggota untuk tidak meninggalkan posko. Saya tidak akan mentolerir jika ada anggota yang meninggalkan tugas, sementara arus lalu lintas dibiarkan macet,” tegas Kombes Moh Naser, usai meresmikan pos polisi di simpang lima Pekandangan-Indramayu, Jumat (19/9).
 
Ia menegaskan, untuk jalur utama Pantura Indramayu dan Cirebon, saat ini sudah tak ada masalah dan siap dilalui arus mudik maupun balik lebaran. Sementara untuk jalur alternatif, menurut Moh Naser Amir, dirinya mengingkatkan kepada para kontraktor proyek pembangunan jalan raya alternatif untuk segera merampungkan pekerjaannya.
 
”Saya berharap kepada para kontaroktaor perbaikan jalan, paling lambat H-4 seluruh ruas sudah selesai diperbaiki. Sebab kalau tidak, arus lalu lintas yang menuju jalur alternatif di wilayah Indramayu barat akan mengalami kendala, karena kondisi jalan masih rusak,” tuturnya.
 
Lebih lanjut Moh Naser menegaskan, selain jalur alternatif yang saat ini kondisinya masih mengalami kerusakan, jalur tengah juga masih dalam perbaikan. Jalur tersebut meliputi sepanjang jalan raya Cikampek. Ia juga mengingatkan kepada petugas agar menertibkan sejumlah pasar tumpah yang selama ini menjadi biang kemacetan.

“Radar Indramayu – Adun Sastra (dun)”


Insiden Pantura

Mabuk Miras, Terkapar di Antrean ATM

JATIBARANG-Peristiwa tragis yang merengut 19 nyawa akibat keracunan miras, rupanya tidak membuat Ruskadi (26) bersama teman-temannya sadar bahaya akibat mengonsumsi minuman beralkohol tersebut. Warga Desa Cangkingan Blok Desa Kecamatan Kedokanbunder itu malah asik bermabuk ria bersama kawan-kawannya. Akibatnya saat antre hendak mengambil uang di salah satu ATM Bank Mandiri Cabang Jatibarang Ruskadi mendadak terkapar tak sadarkan diri hingga membuat kalut nasabah lainnya Jumat (19/9) sekitar pukul 09.45.

Warga yang khawatir akan kondisi Ruskadi, segera berinisiatif melakukan pertolongan dengan membawanya ke Puskesmas Jatibarang. Namun karena keterbatasan peralatan, sekitar pukul 11.30 korban langsung dirujuk ke RSI Zam Zam Jatibarang menggunakan ambulans.
 
Korban yang semaput, oleh tim medis RS segera diberikan pertolongan, dan harus menjalani perawatan di ruang Marwah RSIZ. “Setelah sadar pasien merasakan perutnya sakit akibat kadar alkohol yang dikonsumsinya terlalu berlebihan. Sehingga mengakibatkan penurunan kesadaran dan meningkatnya asam lambung,” terang tim medis IGD RSIZ Jatibarang, dr Rezkha Anazrie. Informasi yang diperoleh koran ini menyebutkan, Ruskadi pesta miras di Blok Karanganyar, Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder.

“Radar Indramayu – Tardiarto (tar)”
Nyaris Dibakar Massa

BONGAS–Lantaran kepepet keperluan lebaran, penyakit lama Wawi bin Talka (36), warga Blok Jamban Desa Kertamulya Kecamatan Bongas, akhirnya kambuh lagi. Meski sudah sempat bertobat tidak lagi-lagi gondol motor orang, penyakitnya yang satu ini ternyata sulit disembuhkan. Namun sayang, saat kembali melakukan aksinya, justru tidak berjalan mulus.
 
Malah, residivis spesialis pencuri sepeda motor (curanmor) ini, nyaris menjemput maut setelah babak belur dihakimi massa, Jumat (19/9) sekitar pukul 18.30 di Desa Plawangan Blok Gupit Kecamatan Bongas.
 
Kapolres Indramayu, AKBP Drs Syamsudin Djanieb melalui Kapolsek Bongas AKP Didi Supriadi yang dikonfirmasi koran ini, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Untung kita cepat datang ke TKP. Kalau tidak, tersangka sudah dibakar massa hidup-hidup,” katanya.
 
Motor Supra X Nopol E 4150 BB yang dicuri tersangka adalah milik Warga bin Darma (19) asal Desa Sukaselamet RT 07 RW 29 Blok Bantar Asem, Kecamatan Korya. Korban saat itu sedang melihat sawah yang akan dipanen dan memarkirkan motornya di tepi jalan. Selang beberapa menit kemudian, tersangka menyambangi motornya dan mengakalinya dengan obeng. Setelah berhasil, motor itu dibawa kabur. 

Kaget motornya digondol orang, Warga spontan berteriak meminta pertolongan. Belasan warga yang kebetulan hilir mudik di jalan tersebut, langsung menguber tersangka. Aksi kejar-kejaran pun akhirnya terjadi. Naas bagi Wawi, saat hendak menyalip truk yang sedang parkir di tepi jalan, sepeda motor curiannya menyenggol bodi belakang truk, dan kemudian terjatuh. Kelompok massa yang tadi mengejarnya langsung menubruknya yang sedang terkapar di tengah jalan. Tak ayal, Wawi selanjutnya jadi bulan-bulanan massa.
 
Beruntung saat massa berada di puncak amarah, Kapolsek Didi beserta jajaran anggotanya sudah tiba di TKP. Warga yang mulai beringas, akhirnya luluh setelah aparat menenangkannya dan mengamankan Wawi ke Mapolsek. Karena kondisinya terbilang parah, tersangka kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Losarang untuk mendapatkan pengobatan medis.

“Radar Indramayu – Kholil Ibrahim (kho)”

Miras Maut bag 11

Satu Botol Vodka Ditenggak Empat Orang

*** Kondisi Kadirah Mulai Membaik
 
LOSARANG-Kondisi kesehatan Kadirah (48), warga Desa Karanganyar Blok III RT 03 RW 05 Kecamatan Kandanghaur, berangsur membaik. Meski demikian, salah satu dari empat korban keracunan minuman beralkohol ini belum diperbolehkan meninggalkan ruang ICU Rumkit Bhayangkara Tingkat IV Indramayu Losarang. Saat ditengok Radar, Jumat (19/9), bapak 4 orang anak ini mengaku tubuhnya masih lemah dan nafas terasa sesak. Untuk mengatasi gangguan itu, tim medis memasang selang oksigen di dua lubang hidungnya. Jarum infus juga tertancap di lengan tangan sebelah kanannya.
 
Saat dilarikan ke Rumah Sakit milik Biddokkes Polda Jabar itu, Kamis malam (18/9) sekitar pukul 22.53, kondisi Kadirah terbilang kritis dan tak sadarkan diri. “Polisi yang sarankan saya dibawa ke sini,” ujarnya. Semula, buruh serabutan ini enggan dibawa kemana-mana. Namun, setelah mengetahui dua teman Pesta Miras lainnya yakni Khadiah (60) dan T Siregar (60) meregang nyawa Kamis (18/9) lalu, kakek 4 cucu ini, akhirnya mau dirujuk ke RS. “Saya gak tahu yang lain pada mati,” katanya.
 
Padahal, rumah Kadirah dan dua korban tewas lainnya tidak terlalu jauh, boleh dibilang bertetangga. Hanya Yus (45) yang sampai saat ini nasibnya belum diketahui. Peserta pesta miras maut yang satu ini, diketahui bertempat tinggal di Desa Kalijati, Kabupaten Subang.
 
Diceritakannya, pesta minum minuman memabukkan itu, dimulai sore hari pukul 17.00 dan berakhir menjelang salat Tarawih dikediaman T Siregar. “Cuma satu botol Vodka campur minuman bersoda (FN),” ungkapnya. Lantaran isinya cuma satu liter seperempat, keempat peserta, mendapatkan masing-masing satu gelas ukuran sedang.
 
Minuman itu dibeli dari Siregar selaku tuan rumah sekaligus pemilik warung. Kebiasaan kumpul dan minum bareng itu, kata Kadirah, saban pekan dilakoni. Meski sudah mengetahui kabar beredarnya miras beracun pembawa maut, empat sekawan itu tak menggubrisnya. Apalagi, miras yang ditenggak hanya sedikit. “Habis seringkali minum gak pernah terjadi apa-apa,” ucapnya. Sehabis minum, keempatnya berpisah balik ke rumahnya masing-masing. Efek bahaya minuman keras itu baru dirasakan Kadirah esok harinya. “Malam masih bisa tidur. Pas pagi, setelah makan bubur malah muntah-muntah. Kepala pusing, tenggorokan dan lambung rasanya seperti terbakar,” akunya.
 
Sepanjang pagi sampai siang, Kadirah tergolek lemas di tempat tidurnya. Dia sempat diberi jamu-jamuan untuk mengembalikan kondisi tubuhnya yang nyaris sekarat. Jiwanya mulai terganggu, setelah mendapat kabar dua temannya meninggal dunia dihari yang sama. Beruntung, nyawa Kadirah masih bisa diselamatkan setelah diberi tindakan tim medis. “Kapok mas, gak lagi-lagi nenggak miras,” janjinya lirih.

“Radar Indramayu – Kholil Ibrahim (kho)”


Ceceran Minyak 5

Crude Oil Cemari 12 Desa

*** DPLH Sudah Lapor ke Kementrian LH
 
INDRAMAYU-Pencemaran di perairan Indramayu berupa ceceran crude oil atau minyak mentah akibat tumpahan di 150 Single Bouy Mooring (SBM) Balongan masih belum dapat diatasi. Bahkan hingga hari kelima pasca tumpahan, ceceran minyak mentah terus meluas ke sejumlah lokasi pesisir pantai dan muara. Apalagi, akibat adanya hembusan angin dan gelombang laut yang berubah-ubah, membuat ceceran minyak mentah merembet ke sejumlah lokasi. Kalau sebelumnya ceceran hanya di tiga lokasi yakni muara Brondong, Pabean Ilir dan Pabean Udik, kini terus merembes ke sejumlah desa.

Perkembangan terakhir hingga Jumat (19/9), ceceran minyak mentah meluas ke 12 desa di empat Kecamatan. Yaitu Desa Balongan dan Tegalurung Kecamatan Balongan, Desa Singaraja, Singajaya, Tambak dan Karangsong Kecamatan Indramayu, Desa Brondong, Pabean Ilir, Pabean, Totoran dan Karanganyar Ilir Kecamatan Pasekan. Kemudian Desa Cangkring Lamarantarung, Kecamatan Cantigi.
 
Semakin meluas ceceran minyak mentah tersebut diduga karena sisa ceceran masih terus terjadi dari laut lepas menuju pesisir pantai. Puluhan ton crude oil yang ada di tengah laut diprediksi masih belum memasuki aarea pesisir pantai. Kahumas Pertamina UP VI Balongan, Darijanto mengungkapkan, salah satu upaya untuk mengantisipasi semakin meluasnya ceceran minyak mentah adalah menambah petugas lapangan yang bertugas membersihkan ceceran minyak mentah. Saat ini petugas lapangan yang dikerahkan untuk membersihkan ceceran minyak mentah kurang lebih 300 orang.
 
Meski pembersihan dengan menggunakan pola manual dinilai kurang efektif, namun Pertamina UP VI Balongan mengaku tidak punya pilihan lain. Sebab penggunaan alat berat sangat tidak mungkin dilakukan, karena medan menuju area ceceran tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Lokasi ceceran minyak mentah hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Darijanto pun menyatakan akan memaksimalkan pola manual dalam pembersihan ceceran minyak mentah.
 
Sementara itu pembersihan di SBM 150 yang menjadi titik tumpahan telah dibersihkan dengan menggunakan oil dispertan serta penggunaan oil boom di sepanjang radius 2 km. Darijanto juga belum dapat memastikan, kapan upaya pembersihan tersebut akan selesai hingga tidak ada ceceran minyak mentah.
 
Kasubdin Lingkungan Hidup Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup (DPLH), Aep Surachman menyatakan, DPLH telah melaporkan adanya pencemaran laut dan pantai akibat ceceran minyak mentah ke Kementerian Lingkungan Hidup. “Laporan ke Kementerian LH telah kita sampaikan. Rencananya tim Kementerian LH akan turun ke Indramayu,” katanya
 
Sementara itu, masyarakat terus berupaya membersihkan ceceran minyak secara bergiliran. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya penyelamatan lingkungan agar ekosistem serta tambak yang ada bisa segera terhindar tumpahan minyak.
 
Pantauan koran ini di beberapa tempat, terlihat masyarakat secara bergiliran membersihkan ceceran minyak di tepi daratan. Menurut salah seorang warga, Warnih, dirinya bersama masyarakat sekitar membersihkan ceceran minyak tersebut sejak pukul 09.00 hingga siang hari. Warnih menambahkan, malam hari juga rutin dilakukan pembersihan oleh masyarakat pukul 22.00 malam hingga menjelang sahur.
 
“Sekitar 100 warga ikut membersihkan ceceran minyak. Kami berharap kejadian ini tidak terulang, sebab masyarakat banyak dirugikan akan kejadian ini. Kami juga berharap Pertamina bertanggung jawab serta bertindak secepatnya,” ujarnya.

“Radar Indramayu – Utoyo Prie Achdi / Syarif Alwi (oet/alw)”


Ceceran Minyak 4

Segera Bentuk Tim Penanggulangan

INDRAMAYU–Ceceran minyak mentah (crude oil) dari kapal tangker Arendal di SBM 150 yang mencemari kawasan pesisir Indramayu, sepertinya belum bisa ditanggulangi secepatnya. Bahkan ada indikasi pencemaran terus meluas hingga mendekati areal pertambakan. Terkait dengan kondisi itu, Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) mendesak agar Pertamina segera melakukan penanggulangan supaya ceceran minyak tidak semakin melebar ke pesisir dan tambak.

Ketua Paguyuban Petani Tambak Indramayu (PPTI) H Nono Sudarsono mengecam terjadinya kebocoran di SBM 150 Pertamina. Karena kebocoran minyak tersebut telah menyebabkan terjadinya pencemaran di pesisir dan mengancam para petambak. “Ini adalah kejadian yang kesekian kalinya dilakukan oleh Pertamina. Kami mengecam kajadian ini dan berharap segera ditanggulangi. Sebab kalau tidak para petambak mengancam akan melakukan aksi demo,” tandas Nono.

Sedangkan Ketua Kompi H Juhadi Muhammad mengancam akan melaporkan kepada pihak berwajib apabila Pertamina tidak mampu menanggulangi persoalan tersebut. “Kami prihatin dan berharap ceceran cepat ditanggulangi. Pertamina sebagai pihak yang bertanggung jawab harus secepatnya melakukan langkah kongkrit,” tandas Juhadi, usai melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina UP-VI Balongan dan Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup (DPLH) di kantor DPLH, Kamis (18/9).

Sementara Kahumas Pertamina UP-VI Balongan, Darijanto mengatakan, untuk menanggulangi pencemaran ini telah sepakat untuk dibentuk tim melalui SK Bupati Indramayu. Anggota tim melibatkan Pertamina, DPLH serta masyarakat. “Dengan dibentuknya tim diharapkan penanganan pencemaran bisa dilakukan lebih cepat dan mudah,” tandas Darijanto.

“Radar Indramayu – Utoyo Prie Achdi (oet)”

Jumat, 19 September 2008

Ceceran Minyak 3


Ceceran Meluas Hingga 10 KM

*** Pertamina Balongan Berupaya Tanggulangi Kebocoran

INDRAMAYU – Ceceran minyak mentah yang terjadi di perairan Indramayu akibat bocornya floating hose di stasiun bawah laut atau Single Boy Morring (SBM) 150.000 DWT semakin meluas. Saat ini ceceran minyak mentah tersebut sudah mencapai 5 kecamatan sejauh 10 kilo meter dari perairan Brondong hingga Singaraja. Ceceran crude oil mengakibatkan kerusakan pada ekosistem dan biota laut. Sehingga areal tambak yang tersebar di sisi perairan ikut terkena dampak. GM Pertamina UP VI Balongan, Irianto Ginting didampingi Kahupmas Pertamina UP VI, Darijanto, meninjau lokasi dan bertemu sejumlah intansi terkait yang pertemuannya diadakan di Desa Tambak, Kamis (18/9).

Hadir pada pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Ir Abdul Rosyid Hakim, Kepala Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Drs H Suherman, Kepala Kantor Pelabuhan Drs Sukiman, Ketua Kompi H Juhadi Muhammad serta sejumlah pengusaha tambak. 

GM Pertamina UP VI Balongan Irianto Ginting mengungkapkan, kebocoran yang terjadi pada tanggal 14 September 2008 bermula saat bongkar minyak dari Kapal MT Arendal melalui SBM 150.000 DWT yang akan ditransfer ke tangki darat. Ia mengakui, kebocoran dan tumpahan minyak telah ditanggulangi agar minyak tidak terus mengalir. Kemudian mengganti hose dengan yang baru, menggelar oil boom guna mencegah minyak yang tumpah ke laut dan penyemprotan oil dispersan. Terakhir mengambil ceceran minyak yang terdampar di pantai bekerja sama dengan DPLH, Diskanla, Dishub, LSM Siklus dan Kompi serta masyarakat sekitar pantai. 

Kepala Diskanla Ir Abdul Rosyid Hakim mengatakan, kebocoran yang terjadi merugikan masyarakat khususnya pengusaha tambak yang area pengairannya terkena ceceran minyak mentah. Sehingga tambak tidak bisa diairi, sebab jika dipaksa maka tambak akan tercemar oleh minyak mentah tersebut. “Dampaknya sangat dirasakan bagi masyarakat sekitar pantai. Kondisi ini harus segera diatasi oleh Pertamina sebagai pemilik minyak mentah tersebut,” ujar Hakim. 

Sementara itu, untuk melakukan pembersihan ceceran minyak mentah, tim serta masyarakat melakukan pembersihan siang maupun malam hari. Ceceran minyak tersebut jika siang hari mencair akibat suhu panas matahari, sehingga menyatu dengan pasir dan susah untuk dibersihkan. Namun saat malam hari, minyak mentah tersebut menggumpal sehingga lebih mudah untuk dibersihkan. Pembersihan minyak diperkirakan bakal memakan waktu lama, sebab minyak mentah yang masih terdapat di perairan akan terus terseret hingga ke daratan dan mengakibatkan pencemaran.

“Radar Indramayu – Syarif Alwi (alw)”